Business Continuity Plan

Masih nyambung dengan artikel saya sebelumnya, yaitu IDENTIFIKASI RESIKO. yAP, hasil dari identifikasi resiko tersebut yang dijadikan dasar untuk menyusun sebuah Business Continuity Plan (BCP). BCP ini saya susun juga untuk melengkapi tugas Manajemen Resiko TI, dimana studi kasusnya masih tetap IS NET.

Apa itu Business Continuity Plan?

Business Continuity Plan (BCP) adalah suatu kreasi dan validasi perencanaan logistik tentang bagaimana organisasi dapat mengembalikan atau memulihkan fungsi dari bagian organisasinya uang rusak setelah terjadinya bencana atau gangguan (Zhao et al., 2012). Dalam bahasa lain, BCP adalah rencana bagaimana suatu organisasi bertahan dalam menghadapi bencana yang terjadi.

Saat ini semakin banyak perusahan yang membutuhkkan layanan jaringan untuk menjalankan proses bisnisnya, oleh karena itu, keamanan informasi menjadi lebih penting dari sebelumnya, apalagi jika dihubungkan dengan bencana yang terjadi namun tidak terprediksikan sebelumnya. BCP menjadi salah satu perencanaan yang bertujuan meminimalkan dampak terjadinya bencana tersebut.

Nah, resiko yang telah teridentifikasi akan masuk juga ke dalam BCP ini, yaitu pada bagian Penilaian resiko dan analisa dampak bisnis.

Bagaimana Tahapan Penyusunan Business Continuity Plan?

Untuk menyusun BCP, saya menggunakan template yang diberikan olah dosen pengampu mata kuliah saya saat itu, termasuk mengenai metode / tahapan penyusunannya.

Berikut ini tahapan yang saya lakukan :

1.1.  Mengorganisasi Proyek Penyusunan BCP

Pada tahap ini dilakukan perencanaan pembuatan dokumen Business Continuity Plan (BCP) yang meliputi :

–        Tujuan BCP

–        Ruang Lingkup

–        Struktur Organisasi Proyek

–        Jadwal Pelaksanaan BCP

1.2.  Mengidentifikasi dan Menganalisa Dampak Resiko

Pada tahap ini dilakukan identifikasi dan analisa dampak potensial apa sajakah yang dapat terjadi pada IS NET serta bagaimana akibatnya terhadap operasional bisnis IS NET.

1.3.  Mempersiapkan Kondisi Darurat

Persiapan kondisi darurat dilakukan dengan :

–        Menentukan strateti back-up (penyelamatan) dan recovery (pemulihan) untuk setiap prediksi bencana

–        Mennetukan prosedur untuk menghadapi kondisi darurat.

1.4.  Menentukan Tindakan Pemulihan Bisnis

Tindakan pemulihan bisnis dilakukan dengan cara  menentukan personil / tim yang bertanggung jawab dan menentukan prosedur yang dilakukan untuk pemulihan bisnis.

1.5.  Melakukan Pengujian BCP

Pengujian terhadap BCP ini dilakukan dengan menguji sistem BCP yang disusun serta melakukan evaluasi dan perbaikan sistem BCP

1.6.  Melakukan Pelatihan BCP

Pelatihan dilakukan dengan sosialisasi dan pelatihan BCP kepada seluruh pegawai khususnya serta mengevaluasi hasil         pelatihan tersebut.

1.7.  Melakukan Pemeliharaan Sistem BCP

Pada tahap ini dilakukan dengan peninjauan ulang BCP yang dibuat dan membuat prosedur kebijakan untuk melakukan perubahan.

Bagaimana sih Contoh Penyusunan Business Continuity Plan?

Nah, berikut ini hasil BCP yang telah saya susun. Sebanyak 153 halaman saya selesaikan selama kurang lebih 2 minggu bersama rekan saya Bachtyar🙂

Semoga bermanfaat🙂 Dan sekali lagi, ini hanyalah contoh, silahkan kembangkan sendiri agar menjadi lebih sempurna dan jangan copy-paste yaa..😀

Contoh Dokumen BCP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s